📚 PKKMB Universitas Lampung 2025
Materi 5 – 8 | Peran Mahasiswa, PPK-PT, P4GN, dan Layanan Kesehatan Unila
Materi 5: Peran Mahasiswa di Era Digital & Sistem Pendidikan Tinggi
Pemateri: Prof. Dr. Sunyono, M.Si (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni)
Part 1. Peran Mahasiswa di Era Digital
A. Beradaptasi dengan Kemajuan Teknologi
- Pemahaman teknologi: mahasiswa perlu memahami aplikasi pembelajaran, software, dan platform daring sebagai pendukung belajar.
- Keterampilan digital: coding, pengelolaan data, hingga penggunaan media sosial secara produktif.
- Kolaborasi daring: bekerja sama lewat platform virtual seperti Zoom atau Google Meet untuk proyek dan diskusi akademik.
B. Membangun Literasi Digital
- Evaluasi informasi: memilah mana informasi valid dan hoaks.
- Etika digital: menjaga privasi, menghindari plagiarisme, serta bersikap bertanggung jawab di dunia maya.
- Komunikasi efektif: menguasai presentasi digital, email profesional, hingga komunikasi publik via media sosial.
C. Berkontribusi pada Inovasi
- Menciptakan solusi kreatif berupa aplikasi atau platform yang bermanfaat.
- Partisipasi aktif di startup, riset digital, maupun komunitas berbasis teknologi.
- Pemanfaatan big data untuk analisis tren sosial, ekonomi, atau pendidikan.
Part 2. Pergeseran Metode Pengajaran
- Pembelajaran daring: menuntut metode interaktif dan partisipatif.
- Metode campuran: kombinasi online & tatap muka yang fleksibel.
- Evaluasi berbasis teknologi: kuis online, portofolio digital, dan asesmen inovatif.
Part 3. Strategi Berkembang di Era Digital
A. Pola Pikir Belajar Sepanjang Hayat
- Adaptasi teknologi: mempelajari software, tools, dan platform terbaru.
- Pemahaman tren: mengikuti perkembangan teknologi global.
- Motivasi internal: rasa ingin tahu yang tinggi tanpa paksaan.
B. Membangun Ketahanan
- Fleksibilitas mental dalam menghadapi perubahan.
- Pemecahan masalah dengan berpikir kritis.
- Manajemen stres melalui olahraga, meditasi, atau bimbingan mentor.
Sistem Pengembangan Kemahasiswaan
Mahasiswa tidak hanya dibekali akademik, tetapi juga kegiatan kemahasiswaan untuk membangun soft skill dan karakter.
Kualitas Lulusan
- Penguasaan akademik
- Kemampuan berpikir kritis
- Manajemen diri
- Kemampuan komunikasi
- Kerja sama tim
- Jiwas entrepreneur
Materi 6: Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPK-PT)
Penyelenggara: UPA BK – Satgas PPK-PT
Perguruan tinggi harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Satgas PPK-PT Unila dibentuk berdasarkan Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 dengan mandat untuk melakukan pencegahan, penanganan, pendampingan, serta pemulihan korban.
Struktur Satgas
- Ketua: Dr. Rini Fathonah, S.H., M.H.
- Sekretaris: Listiono, S.KM., M.Epid.
Divisi
- Pencegahan – edukasi & kampanye anti kekerasan.
- Penanganan & Pendampingan – bantuan hukum, psikologis, medis.
- Humas, Media, dan Publikasi – menyebarkan pesan pencegahan kreatif.
- Data dan Dokumen – mengelola arsip dan laporan kasus.
Satgas berkomitmen menciptakan kampus yang aman, berintegritas, dan mendukung generasi berdaya.
Materi 7: Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN)
Penyelenggara: UPA BK – Satgas P4GN
Visi: Kampus Bersinar (Bersih dari Narkoba)
Misi: Screening, Edukasi, dan Pelayanan di lingkungan kampus.
3 Pilar Utama
- Screening: tes rutin, tes urine calon mahasiswa, survei literasi narkoba.
- Edukasi: roadshow, sosialisasi PKKMB, pelatihan lembaga mahasiswa, relawan anti narkoba, kampanye digital.
- Pelayanan: e-Konseling BK Unila, rawat jalan, pendampingan korban, kerja sama dengan BNN & GRANAT.
Materi 8: Sosialisasi Fasilitas Kesehatan Tingkat 1 Unila
Penyelenggara: Poliklinik Unila
Klinik Unila merupakan unit layanan kesehatan di bawah Universitas Lampung dengan dukungan tenaga medis dari Fakultas Kedokteran. Klinik ini melayani civitas akademika maupun masyarakat umum dengan standar mutu layanan yang tinggi.
Layanan Klinik
- Poli gigi
- Pemeriksaan kesehatan umum
- Kesehatan ibu & anak
- Konsultasi dokter
- Layanan vaksin
Klinik Unila juga melayani pasien BPJS dengan tetap menempatkan kesehatan pasien sebagai prioritas utama.

0 Komentar